[Ilustration] Surah Al-Ashr | Nouman Ali Khan Lectures|Tafseer Quran juz...

2:46:00 PM Add Comment

Bismillaah..

والعصر ان الانسان لفي خسرالا الذين امنوا وعملوا الصالحات وتواصوا بالحق وتواصوا بالصبر
Demi Masa, Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal sholih, dan saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran.


Dan gambaran yang ingin saya bagi dengan anda adalah salah satu yang akan membantu anda memahami konsep besar dari surat Al-asr.

Bayangkan bersama saya bahwa anda sedang tenggelam dan anda tidak sadarkan diri, dua hal...anda tenggelam dan tak sadarkan diri

apakah anda punya banyak waktu? jika anda tenggelam dan tak sadarkan diri apakah anda mempunyai banyak waktu?
Tidak, kita tidak mempunyai banyak waktu
itu artinya, waktu semakin menipis dan anda tahu dalam bahasa arab kata apa yang digunakan untuk waktu yang menipis, kata untuk itu adalah "al-asr"

"asr" secara bahasa berarti waktu yang semakin menipis, bagian akhir hari dimana waktu semakin menipis, itu adalah waktu solat asar. Asar berasal dari kata asir, jus yang diperas keluar..waktu yang diperas keluar dari tangan anda

"asara tauba" digunakan jika anda mengambil kain yang tenggelam di air dan jika anda memerasnya air keluar dari dalamnya, asara adalah kata kerja yang digunakan seperti itu untuk memerasnya, jadi Allah membicarakan waktu ini.

Anda tenggelam dan tak sadarkan diri dan waktu anda tak banyak, apa hal pertama yang harus anda lakukan untuk selamat dari posisi ini jika anda berharap selamat ?

Hal pertama apa yang harus anda lakukan, apa yang anda pikirkan? Bangun!

Itu hal pertama yang harus anda lakukan..jika anda tetap tak sadarkan diri dan anda akan habis!

Kondisi pertama yang harus anda lakukan, anda harus BANGUN, walaupun anda dalam mimpi indah, dan dalam mimpi anda menikmati kesuksesan terhebat anda mengendarai ferari seperti iklan di tv, dengan bukit bukit dan jalan yang besar dan sungai di sisi lain seperti mobil yang atapnya terbuka dan anda berkendara di jalan menikmati hidup, itulah mimpi anda!

Tapi pada saat anda sadar, anda menyadari, anda tenggelam, anda berada didalam air

itu adalah kondisi pertama, anda harus BANGUN

setelah anda bangun, anda berkata "aduh ini adalah kenyataan yang kejam, saya sedang menikmati mimpi indah..saya akan kembali tidur..jika anda melakukan ini, orang seperti apa anda orang tak waras..anda tak waras, atau seseorang yang tak berani menerima kenyataan karena mereka menemukan kenyataan begitu sulit, mereka memutuskan untuk kembali tidur walaupun mereka sudah bangun..

Apakah orang ini jika dia tenggelam, apakah dia bisa menyalahkan orang lain? orang yang bangun kemudian kembali tidur. Seseorang yang belum terbangun,mungkin...

Tapi orang yang sudah terbangun, berkata..ini tidak bagus..dan mereka kembali tidur, mereka tidak bisa menyalahkan orang lain..kecuali diri mereka sendiri

Sekarang bayangkan mereka bangun, apa yang harus anda lakukan selanjutnya? wow ini buruk saya tenggelam. Walaupun anda tidak bisa berenang, anda akan menggunakan otot dalam tubuh anda untuk bergerak menuju permukaan dan anda menemukan pergerakan menuju kebawah dan pergerakan ke permukaan.

Setelah anda menemukan pergerakan untuk ke permukaan, anda hanya akan melakukan hal tersebut, betul?

Dengan kata lain, hal pertama yang anda lakukan adalah BANGUN kedua adalah BERENANG

Anda harus melakukan sesuatu untuk menuju ke permukaan, saat anda mencapai kepermukaan, anda menghirup udara segar dan anda ditarik lagi kebawah ,anda ditarik lagi kebawah, oleh siapa? anda tidak akan percaya ini...

Ada rantai disekeliling kaki anda dan saudara sepupu anda sedang tertidur, ia menyeret anda dan sekarang anda tenggelam karena sepupu anda. Apa yang harus anda lakukan sekarang? anda harus membangunkan dia!

Bahkan anda bukan membangunkan dia untuk menyelamatkan dia, untuk apa anda membangunkan dia?

mungkin anda mau menyelamatkannya.

mungkin anda tidak menyukai sepupu anda.

tapi intinya adalah, anda berusaha membangunkan dia karena jika anda tidak membangunkan dia, siapa yang akan ikut tenggelam?

anda sendiri....jadi anda membangunkan dia

dan dia berkata, “Aduh,saya lagi naik ferari! dan kamu membangunkan saya tanpa alasan!! saya akan kembali tidur”

Apakah anda dapat berkata, saya sendiri tidak suka dengan kamu..terserahlah!..tidak bisa..

Jika dia kembali lagi tidur, apa yang akan anda lakukan??

JANGAN, BANGUN AYO AYO! kita tidak bisa menyerah.

kamu tidak bisa tidak menerima kenyataan!
dan anda harus terus membangunkannya, sampai dia berkata."baiklah apa yang akan kita lakukan?"

kalian berdua berenang ke permukaan, dan kemudian anda kembali diseret kebawah oleh nenek anda
oleh tante anda
oleh tetangga anda
oleh anak anda
oleh putri anda, apakah proses terus berlanjut?

Ada 4 proses, untuk proses menyelamatkan hidup ini..

pertama, mereka harus bangun..
kemudian berusaha untuk berenang
kemudian beritahu orang lain, bahwa ini adalah KEBENARANnya, Ayo!
walaupun salah satu dari mereka capek, dan mereka berkata.."saya tidak bisa melakukan ini lagi.."
kita selalu melakukan ini terus
saya tidak tahu apakah saya bisa melakukan ini lagi..dan yang lain berkata TIDAK! kita akan selamat bersama
kita harus SELAMAT BERSAMA! AYO AYO AYO!! TERUS BERUSAHA!

Apa anda pernah melihat film seperti itu ?..
dimana mereka berusaha melarikan diri dari tentara
dan salah satu dari mereka menjadi lelah,tidak bisa lari lagi, apa yang lainnya lakukan?
ayo, ayo kita bisa melakukan ini! dan mereka terus berlari walaupun mereka sudah lelah

mereka bekerja sama satu dengan yang lainnya, karena hidup mereka bergantung satu dengan yang lainnya.
mereka bekerja sama mati-matian, apa yang Allah katakan di akhir surah?

pertama manusia tenggelam dalam kerugian, Wal-Asr waktu menipis

innal insana lafii khusr
saya artikan manusia tenggelam dalam kerugian
apa anda melihat persamaannya? manusia tenggelam dalam kerugian.

apa pengecualiannya? illa lladzina..

orang yang percaya, percaya apa?
Allah bukan berkata percaya upada rukun iman,
Percaya kepada kitabnya, kepada Rasulnya, kepada hari akhir..tidak Allah sebutkan
Allah tidak menyebutkan apa apa..

Walaupun sebenernya semua hal tersebut termasuk kedalamnya..
tetapi menurut kata-katanya dan isi dari surat ini
hal pertama apa yang harus dipercayai
bahwa mereka dalam kerugian..
bahwa mereka tenggelam
dan setelah mereka percayai itu, dan mereka memperbaiki iman mereka
apa hal yang perlu terjadi, mereka akan berenang
dan bergerak keatas,

Bagaimana Allah menggambarkan hal ini?

"wa amilu ssolihaati"
dan mereka melakukan amal baik
amal yang membantu memperbaiki situasi

omong omong, salih adalah kata sifat, jama' muannats salim, secara literal artinya yang memperbaiki sesuatu.

sesuatu yang salah dan ia perbaiki, jadi mereka melakukan sesuatu yang memperbaiki situasi. literal seperti orang yang berusaha untuk berenang, tapi karena mereka terikat dengan orang lain, hal lain apa yang mereka harus lakukan

watawa saubilhaqq

mereka harus memberitahu yang lainya tentang kebenaran.
tidak hanya mereka memberitahu kebenarannya, tidak.
mereka harus membangunkannya dan mengajaknya. Ayo ayo!!
berulang-ulang "tawasi" mempunyai takrar didalamnya
ada repetisi didalamnya
berulang ulang! ini kebenarannya, ini kebenarannya!

Anda tahu kenapa? orang yang mau anda selamatkan
walaupun anda membangunkannya sebentar selama khutbah
tebak apa yang terjadi setelah khutbah selesai?
mereka kembali tidur
mereka kembali tenggelam
jadi apa yang harus anda lakukan? anda harus membangunkannya lagi
dan kemudian mereka mengantuk lagi
dan anda harus membangunkannya lagi, ini adalah tawasi bil haqq

Mungkin anda akan lelah melakukan hal tersebut, anda mungkin akan tidak sabar, Allah menambahkan "watawasaw bis sabr"

sabar berarti konsistensi, kegigihan
kesabaran anda harus tetap menuju ketujuan, dan terus melakukan ini.
karena keselamatan anda bergantung dari hal ini
pada akhirnya jika anda melakukan semua tapi tidak ada kesabaran, dan anda menyerah, maka anda akan tenggelam juga

walaupun anda punya iman, amal baik, dan anda memberitahu Kebenaran tapi anda tidak punya kesabaran, anda tetap tenggelam,

Jadi ada berapa kondisi yang harus terpenuhi untuk selamat keempat-empatnya. Seluruh 4 kondisi diperlukan, mereka sangat kritikal dan penting karenanya ada "DAN" diantaranya. Anda melihat perkembangan logisnya dari iman ke amal salih, watawa saubil haqq, watawwa saubil sabr sangat indah digambarkan dalam surat ini.




Bagaimana kita tidak cinta kepada Nabi SAW | ust. Salim A.Fillah

10:43:00 AM Add Comment


Kalau orang Indonesia mengatakan tidak kenal akan menjadi sebab akan tidak sayangnya kita pada seseorang maka tidak mengenal Rasulullah SAW adalah bahaya yang besar karena tanpa mencintai Rasulullah SAW kita akan jatuh kepada satu kehinaan kelak di akhirat.

Al-imam al-Qurtubi ketika mentafsir surah al-kahfi ayat yang ke-18 beliau menyorot tentang anjing, yang anjing itu adalah sahabat dari ashhabul kahfi, beliau didalam Aljamiliah Kamil Quran tafsir beliau mengatakan maka mari kita bayangkan bahwa seekor anjing saja yang kemudian membersamai orang-orang yang mulia dan setia kepada mereka mendapatkan kemuliaan yang besar juga di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala, maka bagaimanakah seorang insan yang kemudian dia membersamai orang-orang yang juga mulia didalam cinta dan ketaatan juga kesetiaan kepada mereka,

Hendaklah ini menjadi perhatian, kata beliau imam al-Qurtubi
bagi orang-orang yang masih merasa teledor akan ketaatannya kepada Allah
bagi yang masih merasa sering lalai didalam mengingat Allah
bagi yang masih sering kemudian didalam kehidupannya terkadang terjerembab didalam kemaksiatan-kemaksiatan kepada Allah
dan sungguh kita semua ini adalah manusia yang tidsak pernah lepas dari kesalahan-kesalahan
maka mencintai Rasulullah SAW adalah sebuah kemuliaan, adalah sebuah kebersamaan yang sangat agung

Sebagaimana dalam sebuah hadis yang ditakhrij oleh imam Muslim dan dibawakan oleh rawi teratas Anas bin Malik ra.

Anas mengatakan : Datang seorang kepada Rasulullah SAW kemudian dia berkata,
" Ya Rasulullah mata sa'ah?", "Wahai Rasulullah kapan datangnya hari kiamat?"

Maka Rasulullah SAW kemudian mengatakan, "Apa yang sudah engkau persiapkan untuk menghadapinya ?"

Orang itu menjawab,"Fainni ahibbullaaha warasulahu",

"Maka sesungguhnya aku ini, aku mencintai Allah dan rasul-Nya sebagai bekalku untuk menghadapi hari kiamat"
Dan Rasulullah saw menyahut kepadanya, "wa anta ma'a man ahbabta"
" Dan engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai"


Dalam Azaful Mufrad al-imam al-Bukhari memiliki satu lafadz lain,
al-mar'u ma'a ma yuhib seseorang itu kelak akan bersama dengan yang dicintainya
sementara dalam lafadz Muslim, anta ma'a man ahbabta,engkau pasti akan bersama dengan orang yang engkau cintai.
Maka Anas bin Malik ra, rawi dari hadist ini, yang meriwayatkan hadis ini, yakni sahabat Anas bin Malik mengatakan dalam sebuah tambahan yang dia sampaikan, “Maka aku sungguh demi Allah sangat berbahagia atas hadis ini dan demi Allah andai orang menukarnya dengan bumi seisinya tidak akan aku berikan, sebab apa? kata Anas bin Malik, sebab kegembiraanku bersumber dari kata-kata Rasulullah saw "anta ma'a man ahbabta",engkau akan bersama dengan yang kau cinta,”

“Aku ini kata Anas bin Malik, jika kemudian melihat kepada ibadahku sholatku ketaatanku puasaku zakatku sedekahku hajiku umrohku jihadku tilawah quranku dan semua kebaikan yang pernah kulakukan maka sungguh demi Allah kebaikanku itu tidak ada seujung kuku dibanding apa yang dilakukan oleh Rasulullah saw, Abu Bakar, dan Umar ibn Khattab radhiallahu 'anhuma, tetapi kata Anas bin Malik, yang keadaanku dalam amal sholih  sama sekali tidak mencapai ujung kuku mereka itu”

kata Anas bin Mallik, “Dalam hati aku mencintai mereka. Dalam hati aku mencintai mereka”, kata Anas bin Malik
“Maka demi Allah aku berharap, meskipun amalku tidak sebaik Rasulullah, Abu Bakar dan Umar tetapi Allah kelak didalam surga akan membersamakanku dengan mereka karena aku mencintai mereka”

Maka mencintai Rasulullah SAW adalah sebuah hajat yang paling agung bagi kita
sebab kita sadar sebagai hamba-Nya kita jauh dalam mengamalkan segala kebajikan yang beliau tuntunkan.
kita jauh dari terhiasi akhlak mulia sebagaimana beliau tampilkan,
kita jauh dari apa-apa yang kemudian beliau jalani didalam kehidupan

Maka bagaimana kita tidak cinta kepada Rasulullah SAW, yang Rasulullah itu
pada suatu saat beliau dilempar dengan batu dan kena di pelipis beliau dan darah itu mengucur deras maka beliau tangkupkan tangannya untuk menampung darah itu
para ulama mengatakan, kenapa Rasulullah menampung darahnya yang jatuh itu agar kemudian dia tidak sampai menetes di bumi sebab andai sampai darah itu menetes di bumi sebagaimana disampaikan oleh Jibril,
"Ya Rasulullah andai darah itu sampai menetes ke bumi maka Tuhanmu akan murka kepada kaum yang membuat engkau meneteskan darah dan mengazab mereka"

Jadi Rasulullah menangkupkan tangan untuk menampung darahnya agar tidak jatuh ke bumi itu bukan karena merasa sakit, iya beliau merasa sakit dan pedih sekali tetapi karena beliau tidak ingin kaumnya mendapat azab gara-gara darah beliau yang sangat suci dan mulia itu menetes ke bumi, maka beliau tampung, jangan sampai kemudian jatuh yang kalau itu sampai jatuh ke bumi menetes di tanah Allah SWT murka dan kemudian kaumnya akan diazab

Sebab itu.... maka bagaimana kita tidak cinta kepada rasulullah saw yang perutnya diganjal dua buah batu sementara sahabatnya hanya diganjal dengan satu batu demi cintanya kepada kita,

Maka bagaimana kita tidak cinta kepada Rasulullah SAW yang kemudian satu hari di perang Uhud dihantam kepala beliau dengan kemudian tiga cakram besi masuk kedalam pipinya, semuanya demi cintanya kepada kita

Maka bagaimana kita tidak cinta kepada Rasulullah SAW yang kemudian dilempari batu diteriaki dikejar-kejar tersaruk saruk harus menghindarkan diri dari orang-orang yang kemudian tidak berperikemanusiaan itu sambil mengatakan

“Ya Rabbi, ampuni mereka,mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan”.
“Ya Rabbi, ampuni mereka, mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan”

Bagaimana kita tidak cinta kepada Rasulullah SAW, kepada orang yang kemudian dikatakan gila dikatakan penyair tidak waras dikatakan dukun dikatakan ahli sihir yang memisahkan manusia dan ketika dicaci maki membalas pujian dan ketika disakiti membalas kunjungan

Bagaimana kita tidak cinta Rasulullah SAW ? dan kalau kita cinta pasti kemudian betapa ingin kita mengetahui setiap detail tentang diri beliau SAW
betapa ingin kita kemudian untuk memahami hatta bahkan setiap inci dari pribadi beliau saw

diambil dari kajian Majelis Jejak Nabi ust. Salim A Fillah
Pembelajar Quran Channel (www.pembelajar-quran.blogspot.com)


Jodoh Dunia Akhirat | sebuah nasihat pernikahan oleh ust. Salim A. Fillah

3:04:00 PM Add Comment

Bismillaah..

Setiap orang tentunya menginginkan pernikahan yang langgeng dengan jodoh yang sama hingga kakek nenek, hingga maut memisahkan bahkan istilah baru-nya jodoh dunia akhirat.

Tapi jodoh dunia akhirat yang seperti apa? tentunya kita tidak menginginkan kebersamaan dunia akhirat yang digambarkan Al-Quran untuk Abu Lahab dan istrinya Ummu Jamil, yang karena kekafiran keduanya dan permusuhan keduanya terhadap Nabi SAW, Allah SWT memastikan keduanya kebersamaan yang abadi di neraka , na'udzubillahi min dzalik.

Sebagai muslim, tentunya jodoh yang diinginkan adalah jodoh yang shalih/shalihah yang bisa bersama mengikhtiarkan hadirnya barokah dalam pernikahan di saat susah dan senang dan bersama tidak hanya di dunia namun hingga di akhirat bersama di surga..

Rasulullah SAW memberikan panduan bagaimana memilih jodoh yang terbaik, apa saja yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan, semuanya dibahas dengan lugas oleh ust. Salim A Fillah dalam video nasihat pernikahan ini yang berjudul "Jodoh Dunia Akhirat"