Showing posts with label Ilustrasi Tafsir Quran Juz Amma. Show all posts
Showing posts with label Ilustrasi Tafsir Quran Juz Amma. Show all posts

Surah Al Fiil Part 1| Nouman Ali Khan Lectures | Ilustrated Tafseer Quran Juz Amma (Juz 30)

7:44:00 AM Add Comment


Surah Al Fiil Part 1| Nouman Ali Khan Lectures | Ilustrated Tafseer Quran Juz Amma (Juz 30)

Assalamu'alaykum warohmatullahi wa barokatuhu
A'udzubillahi minas syaithonir rojiim
Bismillaahirrohmaanirrohiim

الم تر كيف فعل ربك باصحاب الفيل
Alam taro kaifa fa'ala robbuka biashhaabil fiil (QS.Al-Fiil :1)
Didn't you see how your lord dealt with the people of the elephant ?

الم يجعل كيدهم في تضليل
Alam yaj'al kaidahum fii tadhlil (QS.Al-Fiil :2)
Didn't He make their plot in waste ?

وارسل عليهم طيرا ابابيل
wa arsala 'alayhim thoiron abaabiil (QS.Al-Fiil :3)
And He sent against them birds herds upon herds

ترميهم بحجارة من سجيل
tarmiihim bihijaarotim min sijjiil (QS.Al-Fiil:4)
Striking them with stones of hard clay

فجعلهم كعصف ماكول
faja'alahum ka'ashfim ma'kuul (QS.Al-Fiil:5)
So (He) made them an empty field of stalks eaten up

So in the beginning insha Allahu ta'ala, there's interesting comment made by Dr Fadil Sholih Hassan ar-Ra'i

“Hiya surotul fiiha ibrotun likulli thohiyyatin mutakabbirin mutajabbir fii kulli ushur wal lazmal”

He says this surah has a warning and a lesson for every rebellious arrogant tyrant that lives in any age and any time in any civillization any nation

So He says, this is not just the surah talking about the oppresion of Abrahah against the Ka'bah but this surah is sending a message to anyone who hopes to,you know, doing oppresion upon civilian population, or overpower one a nation or ruler trying to overpower another nation by means their military power.

With the understanding what they are gonna do to fight against us ? they have no military capability to stand up to us and with that you know assumption with that arrogant assumption

They go in and they don't care about the consequences, you know when a society is not in power, they talk about the Rule of Law and they call people to obey by the Rule of Law. But when a society has power they will say the Law is for everyone else, and we are above the Law, we're beyond the Law and this people would apply some nice things stuff  to buy some special occasions, and who's gonna stop them?

Even when they trample all over the Law and the regulations dare the most powerful, you know,civilization, who's gonna question them? who's gonna question their oppresion? and this is something that has happened throughout history
it's not difficult to see example of that event of our time but this is something
that you know, the surah is trying to explain to us.

Now He gives reason why He thinks this is the key, listen to surah why we should limited to a discussion only of the historical account which of course are critical
liza jaaf fi'il taro, this is why the verb "taro" came,"alam taro" now there are different ways of saying this

The first part of the ayah roughly translated is "Didn't you see?", that's the first part "Didn't you see?" common translation would be "Didn't you see how your lord dealt with the people of the elephant?"

This is probably common translation you heard before but I will commenting only on the first phrase "alam taro" specifically the verb “to see”, that's been use in the present tense, “bisighati mudhori' liddhalalati 'alal istimror wattajadur” and the specific use of that known as English translation come out as past tense, right?
"alam taro" come out as "Didn't you see?" and clearly if you understand English that past tense but in Arabic there's rethorical function here,

And as suppose to saying,"amaroaita" right? you could use the past tense function also but that wasn't use, that use the past tense, it allude something continuous in Arabic rethoric, in balaghoh in linguistic, refers to something that didn't happen once that happens over and over again.

And this surah from  a linguistic point of view, we'll learn something amazing about this surah, how the changing of tenses carry amazing lesson in them.

So that use just of the mudhorri', the present future tense in the Arabic, with the word Lam, regardless the presence of the word lam, indicate that this is not just something to observing think about for that time but for all time

Now we look at some commentary by ash-Shawkani rahimahullah
“wa huwa ta'jibullahu shalallahu 'alayhi wa sallam bima fa'alallaahu lah”, and this is to give the messenger in a sense of amazement and wonder in regards to what Allah himself did with the people of the elephant

"Qod 'alimta yaa Muhammad"
You already know Muhammad shalallahu 'alayhi wa sallam

“aw 'alimannaasa mawjudun fii 'ashrik”
or the people who are present in your time they also know very very well

“wa mim ba'dihim”
and even the people that came after them,

“bima balagohu minal akbaril mutawwatiroh min qishati ashhabi fiihim”,
because of what came to them from continuous narative and narration and people telling the story over and over again of the story of the elephant

“wa ma fa'alallaahu bihim fa ma lakum laa tu'minuun”
this is the last part of ash-Shawkani's commentary. He said just in the "Alam taro kaifa" Allah Azza Wa Jalla, it is as tough he is saying "Didn't you realize what Allah does to his enemy? so whats wrong with you? why don"t you believe in Him?"
you're using that to take pride of How Allah protected His house so why don't you take next step toward iman?

Now finally " Alam yaj'al kaydahum fii tadhliil" (continue to part 2)

SUBSCRIBE Pembelajar Quran Channel http://youtube.com/c/PembelajarQuranChannel


Kunjungi website kami di : http://pembelajar-quran.blogspot.com

[Ilustration] Surah Al-Ashr | Nouman Ali Khan Lectures|Tafseer Quran juz...

2:46:00 PM Add Comment

Bismillaah..

والعصر ان الانسان لفي خسرالا الذين امنوا وعملوا الصالحات وتواصوا بالحق وتواصوا بالصبر
Demi Masa, Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal sholih, dan saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran.


Dan gambaran yang ingin saya bagi dengan anda adalah salah satu yang akan membantu anda memahami konsep besar dari surat Al-asr.

Bayangkan bersama saya bahwa anda sedang tenggelam dan anda tidak sadarkan diri, dua hal...anda tenggelam dan tak sadarkan diri

apakah anda punya banyak waktu? jika anda tenggelam dan tak sadarkan diri apakah anda mempunyai banyak waktu?
Tidak, kita tidak mempunyai banyak waktu
itu artinya, waktu semakin menipis dan anda tahu dalam bahasa arab kata apa yang digunakan untuk waktu yang menipis, kata untuk itu adalah "al-asr"

"asr" secara bahasa berarti waktu yang semakin menipis, bagian akhir hari dimana waktu semakin menipis, itu adalah waktu solat asar. Asar berasal dari kata asir, jus yang diperas keluar..waktu yang diperas keluar dari tangan anda

"asara tauba" digunakan jika anda mengambil kain yang tenggelam di air dan jika anda memerasnya air keluar dari dalamnya, asara adalah kata kerja yang digunakan seperti itu untuk memerasnya, jadi Allah membicarakan waktu ini.

Anda tenggelam dan tak sadarkan diri dan waktu anda tak banyak, apa hal pertama yang harus anda lakukan untuk selamat dari posisi ini jika anda berharap selamat ?

Hal pertama apa yang harus anda lakukan, apa yang anda pikirkan? Bangun!

Itu hal pertama yang harus anda lakukan..jika anda tetap tak sadarkan diri dan anda akan habis!

Kondisi pertama yang harus anda lakukan, anda harus BANGUN, walaupun anda dalam mimpi indah, dan dalam mimpi anda menikmati kesuksesan terhebat anda mengendarai ferari seperti iklan di tv, dengan bukit bukit dan jalan yang besar dan sungai di sisi lain seperti mobil yang atapnya terbuka dan anda berkendara di jalan menikmati hidup, itulah mimpi anda!

Tapi pada saat anda sadar, anda menyadari, anda tenggelam, anda berada didalam air

itu adalah kondisi pertama, anda harus BANGUN

setelah anda bangun, anda berkata "aduh ini adalah kenyataan yang kejam, saya sedang menikmati mimpi indah..saya akan kembali tidur..jika anda melakukan ini, orang seperti apa anda orang tak waras..anda tak waras, atau seseorang yang tak berani menerima kenyataan karena mereka menemukan kenyataan begitu sulit, mereka memutuskan untuk kembali tidur walaupun mereka sudah bangun..

Apakah orang ini jika dia tenggelam, apakah dia bisa menyalahkan orang lain? orang yang bangun kemudian kembali tidur. Seseorang yang belum terbangun,mungkin...

Tapi orang yang sudah terbangun, berkata..ini tidak bagus..dan mereka kembali tidur, mereka tidak bisa menyalahkan orang lain..kecuali diri mereka sendiri

Sekarang bayangkan mereka bangun, apa yang harus anda lakukan selanjutnya? wow ini buruk saya tenggelam. Walaupun anda tidak bisa berenang, anda akan menggunakan otot dalam tubuh anda untuk bergerak menuju permukaan dan anda menemukan pergerakan menuju kebawah dan pergerakan ke permukaan.

Setelah anda menemukan pergerakan untuk ke permukaan, anda hanya akan melakukan hal tersebut, betul?

Dengan kata lain, hal pertama yang anda lakukan adalah BANGUN kedua adalah BERENANG

Anda harus melakukan sesuatu untuk menuju ke permukaan, saat anda mencapai kepermukaan, anda menghirup udara segar dan anda ditarik lagi kebawah ,anda ditarik lagi kebawah, oleh siapa? anda tidak akan percaya ini...

Ada rantai disekeliling kaki anda dan saudara sepupu anda sedang tertidur, ia menyeret anda dan sekarang anda tenggelam karena sepupu anda. Apa yang harus anda lakukan sekarang? anda harus membangunkan dia!

Bahkan anda bukan membangunkan dia untuk menyelamatkan dia, untuk apa anda membangunkan dia?

mungkin anda mau menyelamatkannya.

mungkin anda tidak menyukai sepupu anda.

tapi intinya adalah, anda berusaha membangunkan dia karena jika anda tidak membangunkan dia, siapa yang akan ikut tenggelam?

anda sendiri....jadi anda membangunkan dia

dan dia berkata, “Aduh,saya lagi naik ferari! dan kamu membangunkan saya tanpa alasan!! saya akan kembali tidur”

Apakah anda dapat berkata, saya sendiri tidak suka dengan kamu..terserahlah!..tidak bisa..

Jika dia kembali lagi tidur, apa yang akan anda lakukan??

JANGAN, BANGUN AYO AYO! kita tidak bisa menyerah.

kamu tidak bisa tidak menerima kenyataan!
dan anda harus terus membangunkannya, sampai dia berkata."baiklah apa yang akan kita lakukan?"

kalian berdua berenang ke permukaan, dan kemudian anda kembali diseret kebawah oleh nenek anda
oleh tante anda
oleh tetangga anda
oleh anak anda
oleh putri anda, apakah proses terus berlanjut?

Ada 4 proses, untuk proses menyelamatkan hidup ini..

pertama, mereka harus bangun..
kemudian berusaha untuk berenang
kemudian beritahu orang lain, bahwa ini adalah KEBENARANnya, Ayo!
walaupun salah satu dari mereka capek, dan mereka berkata.."saya tidak bisa melakukan ini lagi.."
kita selalu melakukan ini terus
saya tidak tahu apakah saya bisa melakukan ini lagi..dan yang lain berkata TIDAK! kita akan selamat bersama
kita harus SELAMAT BERSAMA! AYO AYO AYO!! TERUS BERUSAHA!

Apa anda pernah melihat film seperti itu ?..
dimana mereka berusaha melarikan diri dari tentara
dan salah satu dari mereka menjadi lelah,tidak bisa lari lagi, apa yang lainnya lakukan?
ayo, ayo kita bisa melakukan ini! dan mereka terus berlari walaupun mereka sudah lelah

mereka bekerja sama satu dengan yang lainnya, karena hidup mereka bergantung satu dengan yang lainnya.
mereka bekerja sama mati-matian, apa yang Allah katakan di akhir surah?

pertama manusia tenggelam dalam kerugian, Wal-Asr waktu menipis

innal insana lafii khusr
saya artikan manusia tenggelam dalam kerugian
apa anda melihat persamaannya? manusia tenggelam dalam kerugian.

apa pengecualiannya? illa lladzina..

orang yang percaya, percaya apa?
Allah bukan berkata percaya upada rukun iman,
Percaya kepada kitabnya, kepada Rasulnya, kepada hari akhir..tidak Allah sebutkan
Allah tidak menyebutkan apa apa..

Walaupun sebenernya semua hal tersebut termasuk kedalamnya..
tetapi menurut kata-katanya dan isi dari surat ini
hal pertama apa yang harus dipercayai
bahwa mereka dalam kerugian..
bahwa mereka tenggelam
dan setelah mereka percayai itu, dan mereka memperbaiki iman mereka
apa hal yang perlu terjadi, mereka akan berenang
dan bergerak keatas,

Bagaimana Allah menggambarkan hal ini?

"wa amilu ssolihaati"
dan mereka melakukan amal baik
amal yang membantu memperbaiki situasi

omong omong, salih adalah kata sifat, jama' muannats salim, secara literal artinya yang memperbaiki sesuatu.

sesuatu yang salah dan ia perbaiki, jadi mereka melakukan sesuatu yang memperbaiki situasi. literal seperti orang yang berusaha untuk berenang, tapi karena mereka terikat dengan orang lain, hal lain apa yang mereka harus lakukan

watawa saubilhaqq

mereka harus memberitahu yang lainya tentang kebenaran.
tidak hanya mereka memberitahu kebenarannya, tidak.
mereka harus membangunkannya dan mengajaknya. Ayo ayo!!
berulang-ulang "tawasi" mempunyai takrar didalamnya
ada repetisi didalamnya
berulang ulang! ini kebenarannya, ini kebenarannya!

Anda tahu kenapa? orang yang mau anda selamatkan
walaupun anda membangunkannya sebentar selama khutbah
tebak apa yang terjadi setelah khutbah selesai?
mereka kembali tidur
mereka kembali tenggelam
jadi apa yang harus anda lakukan? anda harus membangunkannya lagi
dan kemudian mereka mengantuk lagi
dan anda harus membangunkannya lagi, ini adalah tawasi bil haqq

Mungkin anda akan lelah melakukan hal tersebut, anda mungkin akan tidak sabar, Allah menambahkan "watawasaw bis sabr"

sabar berarti konsistensi, kegigihan
kesabaran anda harus tetap menuju ketujuan, dan terus melakukan ini.
karena keselamatan anda bergantung dari hal ini
pada akhirnya jika anda melakukan semua tapi tidak ada kesabaran, dan anda menyerah, maka anda akan tenggelam juga

walaupun anda punya iman, amal baik, dan anda memberitahu Kebenaran tapi anda tidak punya kesabaran, anda tetap tenggelam,

Jadi ada berapa kondisi yang harus terpenuhi untuk selamat keempat-empatnya. Seluruh 4 kondisi diperlukan, mereka sangat kritikal dan penting karenanya ada "DAN" diantaranya. Anda melihat perkembangan logisnya dari iman ke amal salih, watawa saubil haqq, watawwa saubil sabr sangat indah digambarkan dalam surat ini.




[Ilustrasi] Surah Al Kautsar| Nouman Ali Khan Lectures| Tafsir Quran Juz Amma (Juz 30)

6:23:00 PM Add Comment

Bismillaah..
Ustadh Nouman Ali Khan explained to us in this video about the meaning of Al-Kawtsar.
Al-Kawtsar means the plenty of gift, abundance of gift,the greatest present.

There are 2 greatest present that will be discussed by ustadh Nouman Ali Khan: 
1. Al-Quran as the greatest mu'jizat thatAllah gave to our prophet Muhammad SAW 
2. The victory as the help that Allah gave to our prophet which not given to a lot of other prophets

For more lectures please click the video 

[Ilustrasi] Surah Al Kafiruun | Nouman Ali Khan Lectures | Tafsir Quran Juz Amma (Juz 30)

11:59:00 PM Add Comment
Bismillaah...

Dalam ceramahnya mengenai Surah Al-Kafiruun, ustadh Nouman Ali Khan menjelaskan tentang konsep Ibadah yang memiliki makna bukan hanya penyembahan secara ritual saja namun juga penyembahan kepada Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari.

Beliau juga menyinggung mengenai Asbabun Nuzul-nya surah ini dikarenakan tawaran kaum kafir Quraisy untuk melakukan kompromi berua 1 tahun menyembah Allah SWT dan 1 tahun menyembah berhala.


[Ilustrasi] Surah An-Nashr | Nouman Ali Khan Lectures | Tafsir Quran Juz Amma (Juz 30)

11:56:00 PM Add Comment
Bismillaah..

Surah An-Nashr menggambarkan tentang kemenangan di akhir perjalanan Rasulullah SAW dalam menyebarkan Islam dan sebagai penyampai wahyu dari Allah SWT. Kemenangan itu adalah FATHUL MAKKAH.

Ustadh Nouman Ali Khan menjelaskan di ceramah ini mengapa Allah memerintahkan melakukan Tasbih, Hamdalah dan Istighfar setelah Allah SWT mengaruniakan kemenangan.

Video ini dibuat oleh masterchomic :
https://www.youtube.com/watch?v=XNEvp8jN4Tg